News Tideng Pale – Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Herman, kembali angkat suara terkait kondisi jalan rusak di kawasan Kilo 6 Simpang Manis, Kabupaten Tana Tidung. Jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga karena berlubang, tergenang saat hujan, dan membahayakan pengendara. Herman menilai persoalan ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat serta distribusi barang.

“Kerusakan jalan di Kilo 6 Simpang Manis bukan masalah baru. Sudah banyak laporan dari warga, dan ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah,” tegas Herman dalam keterangannya.
Baca Juga : Buntut Pemangkasan Transfer ke Daerah, Irau ke-8 Tana Tidung 2026 Terancam Batal Digelar
Ia menambahkan bahwa kondisi jalan tersebut semakin parah beberapa bulan terakhir akibat intensitas hujan yang tinggi dan tingginya mobilitas kendaraan berat.
Masyarakat Tuntut Perbaikan
Warga sekitar mengaku kesulitan melintasi jalan yang berlubang dan becek, terutama saat malam hari. Selain rawan kecelakaan, kondisi jalan yang rusak juga memperlambat aktivitas perekonomian. Banyak pengendara yang terpaksa memperlambat laju kendaraan atau bahkan mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
“Setiap hujan turun, lubang-lubang di jalan berubah jadi kubangan. Kami sudah berkali-kali berharap ada perbaikan, tapi belum terlihat hasilnya,” kata seorang warga yang sehari-hari melintas di jalur tersebut.
Herman menyebut keluhan masyarakat menjadi alasan dirinya mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bertindak cepat. Menurutnya, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan.
Dorong Pemerintah Lakukan Tindakan Cepat
Sebagai wakil rakyat, Herman memastikan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini dalam rapat resmi di DPRD Kaltara. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan survei lapangan dan menetapkan penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kami ingin ada tindakan konkret. Kalau perlu dilakukan perbaikan sementara dulu untuk mencegah kecelakaan, sambil menunggu proyek perbaikan permanen,” ujar Herman.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi maupun kabupaten harus berkoordinasi guna menentukan siapa yang bertanggung jawab atas ruas jalan tersebut, mengingat beberapa sektor jalan berada dalam kewenangan yang berbeda.
Akses Vital untuk Ekonomi Daerah
Jalan di Kilo 6 Simpang Manis merupakan jalur penting yang menghubungkan beberapa titik strategis di Tana Tidung. Rusaknya akses ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada angkutan barang, sektor perkebunan, hingga aktivitas UMKM.
“Jika akses jalan dibiarkan rusak terlalu lama, dampaknya akan luas. Ekonomi masyarakat bisa terganggu, dan potensi kecelakaan semakin besar,” kata Herman.
Dengan sorotan dari DPRD Kaltara, masyarakat berharap perbaikan jalan di Kilo 6 Simpang Manis segera direalisasikan. Herman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga mendapat penanganan yang layak demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Tana Tidung.